awkabarin.blogspot.com, Jakarta - Empat warga negara Indonesia (WNI) yang disandera bersama 22 orang di Kepulauan Seychelles, Somalia, berhasil dibebaskan. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan pembebasan sandera melalui proses panjang.
"Saya tegaskan pembebasan ini melalui proses pembebasan sangat panjang melalui pembicaraan dengan negara asal ABK (Anak Buah Kapal) yang sangat intensif," kata Retno di kantor Kemenlu, Jakarta, Senin 24 Oktober 2016.
Sebelumnya, Sabtu, 22 Oktober 2016, perompak Somalia membebaskan 26 orang yang berasal dari Indonesia, Cina, Filipina, Kamboja, Vietnam, dan Taiwan. Mereka ditawan sejak� Maret 2012, saat kapal Nahan 3 yang mereka mereka naiki dibajak di dekat Seychelles, Samudera Hindia. Dari 26 sandera, terdapat 4 WNI.
Selanjutnya, sandera dibawa ke safehouse di Golkayo Town, setelah singgah di Budbud, yang berjarak 288 kilometer dari Mogadishu. "Perjalanan memakan waktu enam jam melalui jalan darat," kata Retno.
Dari Golkayo Town, Retno menjelaskan, sandera tersebut dibawa menggunakan United Nation Humanitarian Flight menuju Wajir Airport, perbatasan Kenya dan Somalia. Mereka tiba pada pukul 15.30 waktu setempat.
Setelahnya, sandera dibawa ke Bandara Nairobi, Kenya, dan tiba pukul 17.32 waktu setempat atau 21.30 WIB. "Akhirnya sandera keluar dari wilayah Somalia, tim dari semua negara asal menunggu," kata Retno. Saat ini, para sandera berada di Nairobi untuk pemeriksaan dan pemulihan.
Retno mengatakan perlu beberapa hari untuk pemulihan sebelum keempat WNI sandera untuk dipulangkan ke Indonesia. "Setelah mendarat di Nairobi, pihak keluarga juga sudah diberitahu mengenai pembebasan ini," kata dia.
ARKHELAUS W
Emoticon